Sesampainya di Jakarta, Dipa langsung menemui Sheila di rumah sakit. "Kamu gak dengar apa yang Mas Dipa bilang ya," ucap Dipa pada Sheila yang terbaring di atas ranjang. "Mas Dipa!" seru Sheila kaget. Seingatnya ia sudah mewanti-wanti Bu Tia untuk tidak memberitahu Dipa mengenai kecelakaan ini. "Kenapa?" tanya Dipa melotot. "Maaf, Mas." Sheila memasang wajah memelasnya. "Huh. Untung kamu gak kenapa-kenapa. Mas Dipa kan sudah bilang, kalau mau ke tempat Uti kamu harus ditemani sama sopir. Kalau kamu gak sendirian, pasti kejadiannya gak kaya gini," ucap Dipa. "Iya, Mas. Maafin Sheila," ucap Sheila lagi. Tak ada kata yang bisa ia ungkapkan selain kata maaf, karena semua telah terjadi. "Permisi," ucap seseorang dari arah pintu membuat Dipa dan Sheila kompak menengok ke arah suara. "Sil

