Keadaan Uti yang naik turun, membuat Dipa dan Sheila tak karuan. Fokus menjadi terbagi-bagi. Memikirkan kesehatan Uti, kerjaan kantor, belum lagi menunggu kabar dari Arni yang tak kunjung ketemu. Sejak kemarin Uti belum juga sadarkan diri, tiba-tiba drop padahal sebelumnya kesehatan Uti telah membaik. "Mas, Uti gimana?" tanya Sheila memandangi Uti yang terbaring tak berdaya dengan segala alat bantu medis yang terpasang di tubuhnya. "Kita doakan yang terbaik untuk Uti ya," ucap Dipa merangkul pundak Sheila, adik satu-satunya itu. "Sheila belum siap kalau harus kehilangan Uti, Mas. Siapa yang bakal sayang dan perhatian sama Sheila, Mas?" Sheila berkaca-kaca menatap Dipa. "Ada Mas Dipa kan? Kamu gak perlu khawatir." "Kalau Mas Dipa merid?" "Kamu gak perlu khawatir. Sudah, kamu gak usah

