Masih Suasana Duka

1007 Kata

Duduk termenung di teras belakang, Dipa menatap lurus ke arah taman. Duduk di tempat Uti biasa menghabiskan pagi. Ini hari kedua setelah Uti pergi sekaligus ia belum masuk kerja. "Mas," ucap Sheila lirih sambil berjalan menghampiri Dipa. "Kenapa?" Dipa menoleh menatap Sheila. "Sheila kangen Uti," ucap Sheila. "Mas Dipa juga kangen. Tapi kita harus belajar ikhlas. Uti sudah gak sakit lagi. Uti sudah senang di sana," sahut Dipa tersenyum. Ia tak ingin menunjukkan rasa sedih yang masih menyelimuti hatinya pada Sheila. *** "Terima kasih buat semuanya. Atas perhatian dan doanya. Saya meminta maaf yang sedalam dan setulusnya, bila selama Beliau hidup terdapat salah kata dan perbuatan. Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya." Dipa merespon kata-kata penghiburan dari setiap keluarg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN