Masih dalam rangka izin dengan surat sakit palsu, hari ini kondisi Dipa sudah tampak lumayan. Setelah kemarin Lian membawakan tukang pijat profesional untuk membantu meredakan kakinya sudah tidak bengkak namun masih nyeri, hari ini keluhan lain mulai datang. "Kamu gak mau bikin cemilan? Kue manis atau gorengan mungkin," ucap Dipa. "Barusan saya bikin puding terus roti panggang, semua sudah habis Mas Dipa makan, sekarang saya harus bikin apa? Lebih baik Mas Dipa balik ke rumah. Ada Uti, Sheila, ada asisten rumah tangga yang siap melayani Mas Dipa dua puluh empat jam tujuh hari dalam seminggu," ucap Arni. "Kenapa harus ke rumah kalau di sini kamu juga ada buat aku?" Dipa mendelik pada Arni. "Saya?" Arni menunjuk dirinya sendiri. "Iya,kamu gak mau selalu ada buat aku?" gombal Dipa. "Sa

