Pagi-pagi Dipa sudah stand by di depan kos Arni. Duduk di sepeda motor, ia menunggu wanita pujaannya keluar. "Selamat pagi, Calon Istriku," sapa Dipa. Sambil menguncir rambutnya, Arni melongo melihat lelaki di depannya. "Aku antar ke kantor." "Ngapain? Kantor dekat gini pakai diantar segala," ucap Arni berjalan melewati Dipa. "Cantik, tunggu dulu." Dipa dengan cepat mengendarai motornya, mengejar Arni. Mau tak mau Arni naik dan duduk juga di belakang Dipa. Dengan kecepatan sedang, Dipa mengendarai motor mengantarkan Arni. Sesekali ia dengan sengaja me-rem mendadak menyebabkan duduk Arni bergeser lebih dekat. "Bisa bawa motor gak sih?" Arni memukul pundak Dipa. "Bisa dong," ucap Dipa. Ia menghentikan motornya di depan kantor Arni. "Eh, gak salim dulu?" Dipa menyodorkan tangan kananny

