Tak karuan perasaan Dipa mengingat ucapan Arni kemarin malam. Sambil memandang saldo tabungannya yang sudah bertambah akibat transferan Arni, ia memikirkan cara agar Arni menarik lagi ucapannya kemarin. "Kenapa tiba-tiba dia jadi marah dan malah memutuskan kerjasama yang baru mulai sih," ucap Dipa bingung seraya meletakkan handphonenya. Suara ketukan pintu terdengar. "Permisi, Pak. Hari ini pesan makan siang apa buat, Mbak Arni?" tanya Bu Tia menghampiri Dipa. "Yang seperti biasa aja lah, Bu. Tambahi beliin dia minuman dingin. Jus, boba, thai tea, teh es, kopi s**u kalau perlu," ucap Dipa membuat Bu Tia bingung. "Banyak banget, Pak?" "Pusing banget sama Arni, Bu." "Emang kenapa, Pak?" tanya Bu Tia seraya mengetik pesanan makanan untuk Arni. "Gak tau. Perasaan kita baik-baik aja,

