Pekerjaan yang masih menumpuk membuat Dipa tak dapat pulang di hari yang sama. "Kamu hati-hati ya," ucap Dipa. "Mas Dipa yang hati-hati di sana." "Aku selalu hati-hati. Hati aku juga hati-hati, apalagi semenjak ada kamu," ucap Dipa. "Iya, iya." "Aku tutup dulu ya. Biar kerjaan aku cepat selesai dan ketemu kamu, Sayang," ucap Dipa dengan suara yang penuh rayuan. "Iya, Mas." Meski Arni menjawab dengan nada suara yang datar, namun hatinya begitu bahagia. Sedang asyik membereskan berkas di mejanya, Wira datang dan duduk di depannya. "Bisa dibantu, Mas Wira?" tanya Arni ramah. "Paling bisa deh, paling bisa." Teman CS Arni di sebelah menyoraki Wira. "Kenapa sih kalian, baru juga duduk. Nih, beli gorengan di depan sana," ucap Wira mengeluarkan selembar uang berwarna biru. Dengan cepat,

