Surat Dalam Vas Bunga

1209 Kata

Hari ketiga Arni tak ada kabar. Duduk di kursinya, Dipa tampak tak bersemangat. Memainkan pulpen di tangannya, matanya menatap kosong ke layar laptop yang ada di depannya. Sesekali nafasnya terasa berat. "Ck," decaknya. Bingung harus mencari Arni kemana. Beruntung Uti belum heboh minta ingin bertemu dengan Arni. "Permisi, Pak." Bu Tia masuk setelah mengetuk pintu. Berjalan mendekati Dipa, Bu Tia membawakan laporan yang Dipa minta. "Apa ini, Bu?" tanya Dipa melirik berkas yang Bu Tia letakkan di atas meja. "Laporan produksi yang Bapak minta," sahut Bu Tia. "Bu Tia cek sendiri aja lah. Saya lagi gak mood." Dipa menggeser pelan berkas itu. "Sampai dengan hari ini produksi masih cukup untuk memenuhi permintaan ekspor dari beberapa negara, Pak," ucap Bu Tia yang direspon biasa saja oleh D

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN