“Aku … aku tidak kuat. Aku … tolong sentuh aku.” Tangan Hazel bergetar. Dia sungguh sudah tidak kuat lagi. Efek obat sialan itu membuatnya tidak bisa mengontrol tubuhnya sendiri. Di dalam sana rasanya semakin meledak-ledak. “Aku … mohon. Tolong aku,” pinta Hazel, melupakan harga dirinya. Dia sudah tidak peduli lagi pendapat Oliver tentang dirinya. Sekalipun pria itu menganggapnya murahan. Setidaknya, pria itu suaminya. Dia sudah ingin mati, namun nyatanya Tuhan membuatnya bangun kembali. Dia bisa apa sekarang. Gairahnya semakin menggila dan tak terkendali. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi jika gairah itu tidak segera terlampiaskan. Oliver terdiam, hanya menatap sang istri. Oliver merasakan pikirannya kosong. “Tuan,” panggil dokter Carol. “Sepertinya seseorang memberi Hazel obat pe

