19

1479 Kata

Cahaya matahari menembus jendela kaca kamar tamu apartemen biaz, menandakan hari sudah datang, Raline dengan mata masih terpejam tidak ingin bangun dari tidurnya, rasa lemas masih ia rasakan sejak semalam . Raline pun tersadar tempat tidur yang ia tiduri bukan miliknya dan kamar nya bukan kamar tempat biasanya ia mencurahkan isi hati. Raline segera membuka matanya dan membalikan badan mengecek keberadaan Arbiaz. Tidak ada. Iya pun segera bangkit , dan mengecek pakaian terakhir yang ia gunakan apakah masih pada tempatnya. Dan untungnya iya. Raline turun dari tempat tidur dan mencari keberadaan Arbiaz , ia mendapati Arbiaz di dapur sedang sibuk dengan peralatan masak. memangnya Arbiaz bisa memasak? "Kau sudah bangun? bagaimana tidur mu?" "Iya , cukup baik." "Bagus lah , mama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN