Raline mendaratkan b****g nya di sofa panjang yang terlektak di ruang keluarga apartemen Arbiaz. Arbiaz menghampiri Raline dan duduk di sebrang sofa . "Kamu serius dengan ucapan kamu?" "Yes sir." "Baiklah, bila kamu sudah menyetujuinya kita lanjutkan, dan bila kamu mau berhenti di tengah jalan, saya tidak akan memberikan kesempatan ke dua." "Ya, saya mengerti." "Yang kamu lakukan adalah, setiap pagi kamu harus memasak untuk saya, membuat makanan untuk saya, merapikan apartemen saya , kecuali kamar saya. Dan semua itu kamu lakukan setiap hari kecuali hari minggu." "Yes sir." "Dan di hari sabtu, saya ingin kamu berbelanja kebutuhan sehari - hari saya. Bila kamu dapat melakukan semua itu , bayaran akan saya berikan dengan setimpal tentunya. Dan saya tidak akan menyakitin kamu

