Raline meminum milo nya sambil memikirkan perkataan yang keluar dari mulut Arbiaz. What? tinggal di apartemen nya? yang jelas Raline bukan siapa - siapanya dan tidak ada hubungan darah denganya. "Pikirkan saja dulu , bukan berarti saya mau menganggap mu sebagai wanita yang aneh - aneh, pekerjaan mu tetap pekerjaanmu." "Kalau kamu tidak mau pun , tidak masalah saya tidak akan memaksa." Raline dan Arbiaz menaiki mobil Arbiaz dan mulai melajukan mobilnya, tak butuh waktu yang lama , mereka sudah sampai di tempat mereka bekerja. Raline menaiki lift dan menuju meja Olivie mengambil pekerjaan baru untuk ia kerjakan sampai sore nanti. Ia kembali ke kubikel nya dan mendapati Ara menatapnya tajam. "Abis ngapain lo sama Arbiaz ?" "Gak ngapa - ngapain.." "Ah bohong lo, gak biasanya nut

