Kilas Balik Pertama

1046 Kata

"Mas Senan, baru pulang dari laboratorium lagi?" Pria bertubuh jangkung dengan bahu lebar meletakkan tasnya ke atas meja. Dia duduk di kursi makan sembari mengembuskan napas. Pakaian putih-putihnya tampak kusut dan merah. Mukanya kumal seperti habis keluar dari cerobong asap. "Dikerjai lagi?" Dia hanya mengangguk karena jawabannya akan selalu sama setiap hari. "Kali ini apa, Mas?" "Uji coba mesin waktu. Kami memulainya dengan partikel kecil, benda itu sungguhan menghilang. Lalu mereka menyuruh aku menggunakan jam tanganku sebagai percobaan, aku mana mau. Jam itu kan pemberianmu. Tetapi mereka memaksa dan merampasnya, aku diregang lalu setelah dapat, jam tangan itu sudah berada di dalam lorong waktu kami. Beruntung jam tangan itu tidak menghilang. Sayangnya, saat aku masuk ke dalam lor

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN