Bilah papan pada lantai itu bergeser terbuka saat darah Aris menumpahinya. Iron memutuskan agar ia saja yang turun dan menyuruh yang lain untuk menyembunyikan Aris. Teta awalnya tidak setuju, apa yang Iron rencanakan terlalu berbahaya. Tetapi tidak ada yang bisa dilakukan lagi saat ini. Iron memastikan semuanya akan baik-baik saja. Kal dengan cepat membisikan sesuatu ke telinga Iron sebelum pergi, entah menyampaikan apa. Begitu pintu benar-benar terbuka, Seth kaget saat menyadarinya, cahaya lampu di ruangan itu menguar ke luar. Menimpa lantai lembab yang haus penerangan. "Kau apakan Bibi Teya? Apa yang kalian rencanakan?" Seth mengubah tatapan terkejutnya menjadi tatapan datar dan dingin. "Bukan urusan anak kecil." "Bagaimana bukan urusanku jika akhirnya kami yang dirugikan? Bibi Teya

