Tiga Puluh Delapan

2149 Kata

“Aku tak ingin kau terlibat dalam masalah ini, Di,” gerutu Castel yang masih belum berhenti protes sejak keduanya memasuki truk dan mengekor di belakang mobil yang dikendarai William, sementara Diana begitu menikmati ocehan Castel yang telah lama tak memenuhi volume otaknya. Castel masih belum berubah, masih cerewet dan menyebalkan. Perubahannya hanya ia terlihat lebih seksi dari yang pernah Diana ingat. “Aku sudah memutuskan segalanya, Sersan,” timpal Diana santai. Lirikan matanya membuat Castel tak dapat berkata-kata untuk beberapa detik.   “Kau wanita keras kepala, misi ini berbahaya untukmu,” seloroh Castel bermuatan emosi yang disusul dengusan namun reaksi Diana hanya tersenyum datar lalu memutar bola matanya di hadapan Castel. Diana tidak akan membalas apa pun ocehan Castel yang s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN