Benar-benar semakin terasa perbedaannya sekarang, aku dan Dane adalah ketidakmungkinan, bukan? --- "Hari ini kita ada tugas di bandara, kemarin pas meeting kamu, kan, disuruh pak Langit bereskan file, jadi aku rasa kamu enggak tau. Kita dapat tugas bersama kali ini," ucap Ayu—salah satu teman kerjaku. Kuanggukkan kepala sambil mengulas senyum. "Terima kasih, Ayu, aku tau jamnya doang, tempatnya baru tau dari kamu, nanti kita berangkat bersama, ya?" Ayu menganggukkan kepalanya. "Iya nanti kita berangkat bersama, Noura. Oh, ya, yang kelapangan cuma lima orang kali ini, orang yang kita wawancarai lagi trending, udah lama dia enggak pulang ke Indonesia, ditambah orangnya misterius dan belum lama ini dibuat gempar karena ikut live sama adiknya." Aku langsung mengacungkan ibu jari ke udara,

