Sepertinya kita ini terlalu ditekan oleh kenyataan pahit, karena itu jadi agak miring sedikit. ---- Sore-sore, sebelum Lolita pergi ke cafe untuk bekerja, dia mengajakku mencari makan di luar terlebih dahulu. Sebenarnya Lolita memiliki motor, walaupun motor second tetap sangat berguna, terlebih untuk dia yang aktif ke sana ke mari. Namun, kali ini kita memilih untuk jalan kaki saja. Tidak terasa, sudah lima belas menit lamanya kita jalan-jalan tanpa henti tapi tak kunjung menemukan tempat untuk bertepi. Saat sedang bersama Lolita rasanya dunia ini miliki kita berdua. Kita selalu memiliki topik untuk diperdebatkan yang ujung-ujungnya akan menjadi bahan tertawa, aku pun tidak tahu, semenjak tinggal bersama Lolita selera humorku jadi rendah sekali. "Cafe apaan ini, kayaknya aku baru lihat

