Barack sedang menunggui Verga di ruang kantornya. Sedangkan, gadis itu pergi ke toilet ketika lelaki itu melakukan panggilan telepon dengan Ahmed. "Hei! Tumben sekali ku menghubungiku." Suara Ahmed terdengar nyaring di telinga. Seperti biasa, suaranya selalu terdengar lantang dan renyah. "Apa kau yang memberitahu Serly kalau Verga bekerja di sini?" Barack bertanya tanpa basi-basi. Ia tak ingin buang-buang waktu. "Hei, kawan! Harusnya aku yang bertanya padamu. Kenapa kau tidak bilang bahwa kalian saling mengenal? Dan Serly ... aku hanya ingin membantunya. Itu saja." "Dan kau juga yang memberitahunya bahwa aku tinggal di apartemenmu?" "Ya. Serly bertanya dan aku menjawabnya." "Sialan! Apa kau tahu akibat dari perbuatanmu? Sudah kubilang, berhentilah ikut campur tentang kehidupanku!" "

