Risa langsung berlari memeluk tubuh Mamih Wita, ketika perempuan paruh baya yang sering Risa panggil dengan sebuatan Mamih itu berjalan menghampirinya, wanita berusia senja itu masih terlihat sangat cantik diusianya yang sudah tidak muda lagi. Risa melepaskan pelukannya setelah beberapa menit, matanya mendongar menatap mata Mami Wita dengan begitu dalam, seakan ada sesuatu yang ingin Risa ceritakan tanpa tidak mampu dia utarakan. "Kamu kenapa sayang ? ko sepertinya sedih Mamih sama Kakak datang?" tanya Mami Wita, saat melihat sorot mata Risa yang tidak menunjukan binar kebagaiaan seperti yang tergambar diwajahnya. "Ada apa? bilang sama Kakak kalau kamu punya masalah, siapa tahu Kakak dan Mami bisa membantu" ujar Paris, sambil membelai kepala Risa yang tertutup kerudung dan menatap wajah

