Extra Part -3

1318 Kata

"Sweety.. Makan dulu." Yuri tak menyahut. Gadis itu begitu sibuk dengan lamunannya sendiri. Sudah sebulan semenjak dia terbangun. Namun sampai sekarang, Aldrik tetap mengisi hatinya. Entah kenapa begitu sulit baginya untuk melupakan Aldrik. Padahal pria itu hanya pria yang masuk ke dalam mimpinya kala dia koma. Kenapa lebih sulit daripada melupakan mantan yang berselingkuh¿ Alvin menepuk bahu Yuri hingga gadis cantik itu menoleh ke arahnya. "Jangan melamun terus. Sekarang kita makan ya? Ini sudah waktunya makan siang. Lagipula beberapa jam lagi kita akan kembali ke New York." Yuri menggeleng sembari tersenyum tipis. "Aku tidak lapar. Kalian makan saja duluan." "Tidak! Kau harus makan! Aku tidak mau kau sakit!" kata Alvin protektif. "Aku sudah biasa melupakan makan siangku. Kadang a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN