Ada drama yang terjadi ketika dia berpamitan hendak pulang ke rumah Devan. Hari sudah menunjukkan pukul 9 malam dan dia ingat belum mengabari Bi Yana karena ponselnya mati kehabisan baterai. Alena bisa membayangkan jika wanita yang menjabat sebagai asisten rumah tangga itu sedang menunggunya dengan khawatir di depan rumah. "Kenapa mesti pulang? Rumah kamu di sini. Satu-satunya orang yang harus pulang adalah dia!" Alvian menunjuk pada seorang gadis yang sedang tertawa melihat acara show komedi di salah satu saluran TV. Devan yang merasa tertunjuk mendengus kecil. "Ya, benar. Mestinya emang gue yang harus pulang kalau gue ada di tubuh asli gue," ucapnya sinis. Alvian mendesis, ingin rasanya melempar sendal bakiak ke wajah tengil yang ditunjukkan cowok tersebut tapi wajah itu adalah milik

