"Garry udah gaada." "Na yang sabar ya." "Garry udah tenang disana." "Jangan nangis sayang, entar Garry juga ikutan nangis loh." "Garry pingin liat mamanya senyum." "Garry." "Garry." "Garry." "Garry!" "Garry!" "Garry!" Pyar! Alaina memecahkan piring yang sedang ia bawa. Dia masih belum menerima kenyataan yang ada. Anak satu-satunya. Sumber kekuatannya selama ini. Harus merenggang nyawa karena ulah licik seorang wanita. "Enggak! Semuanya bohong! Hiks gak mungkin Garry pergi!" "Astaga Alaina!" Duncan yang baru saja mandi langsung dikejutkan oleh Alaina yang sedikit berantakan. Pecahan kaca piring tersebut sudah menembus kulit pada kaki gadis tersebut. Tapi Alaina tidak merasakan sakit apapun pada tubuhnya. Semuanya terkalahkan oleh rasa sakit di hatinya. Seminggu berlalu tapi

