Gue terdiam sesaat memandang lelaki yang saat ini mulai mendekat kearah gue. Gue menggelengkan kepala mencoba menyadarkan pikiran gue. "Stop!" Gue melangkah mundur ketika Duncan semakin mendekat kearah gue. Mata gue gak bisa lepas dari wajahnya yang kian hari menurut gue makin tampan. Gak, gue rasa selama ini dia bahagia sama Krystal. Mangkanya wajahnya jadi ganteng kek begini. Oke, belum waktunya gue mikirin itu. Gue harus mikirin gimana caranya gue kabur dari orang ini. "Na kamu disini nyariin aku kan? Iya kan?" Duncan tetep jalan kearah gue. Mana lagi gue udah nubruk tembok lagi. Udah tamat riwayat gue mah. "Ma..maaf saya tidak mengenal anda." Gue mencoba untuk menerobos Duncan tapi dia malah nyengkram tangan gue terus dipojokin ke tembok. Gila, gue kaget banget sama perlakuan d

