Keempat belas

1269 Kata
Hari ini adalah hari dimana kita para mahasiswa berbahagia. Karena masa masa yg menjengkelkan harus menghadapi ujian dan skripsi sudah tak ada lagi. Tapi kita semua sedih karena harus berpisah. Berpisah untuk melanjutkan mimpi dan kehidupan yg sesungguhnya. Yaa hari ini adalah hari wisuda ku dan teman teman. Ken sudah ada di rumah. Yaa Ken benar benar menjemputku jam 7 pagi. Ken terlihat tampan dan dewasa memakai kemeja abu abu tua dg lengan di gulung sesiku, kancing atas yg dibiarkan terbuka dan celana jeans hitam. Sedangkan aku, aku memakai kebaya modern model off shoulder warna ungu tua dg rok model mermaid dan slit/ belahan rok dibagian samping yg tingginya sampai selutut. Mamah juga memakai kemeja dg warna yg sama dg ku hanya modelnya berbeda. Mamah memilih model kebaya lengan panjang dg model A. Sedangkan papah, papah memakai kemeja batik yg senada dg rok yg aku dan mamah pakai. Lalu kami berangkat menuju kampus. Aku berangkat bersama Ken, sedangkan mamah dan papah menggunakan mobil sendiri. Sampai di kampus, ternyata temen temen yg lain udah datang. Termasuk Kaysan yg sudah ada diantara mereka. Lalu semua mata tertuju padaku dan Ken. Yaa kecuali Kaysan, seperti biasa Kaysan hanya menatap ku sekilas lalu mengalihkan pandangannya. Akupun menghampiri mereka. " Hai. pagi banget si berangkatnya, udah pada sampe aja. " kataku menyapa sambil tersenyum dan melambaikan tangan " Iyaa dong kan mau nyambut kamu, cantik. " jawab Fandi sambil menaik turunkan alisnya yg memang hobi menggoda ku " Jangan gitu, tuh liat udah ada yg disebelahnya. " kata Angga menunjuk ke arah Ken. Ken hanya tersenyum mendengarkan percakapan kami " Kenalin kali Ra. " kata Fani sambil mengkode matanya ke arah Ken " Oh iya maaf. Ken kenalin itu temen temen aku, Dion, Dinda, Fandi, Angga, Fani dan Kaysan. " kataku sambil menunjuk mereka satu persatu. Lalu mereka berjabat tangan bergantian. Saat yg lain berjabat tangan dg tersenyum manis, Kaysan hanya menyunggingkan senyum kecil. Lalu Ken memperkenalkan dirinya sendiri. " Ken. " katanya singkat sambil tersenyum dan menganggukkan kepala " Ken apanya Kyara? " tanya Fandi iseng " Pacarlah Fan pake nanya lagi Loe. " kata Fani spontan. Lalu yg lain menatap Fani dan melirik ke arah Kaysan. Kaysan dari tadi hanya diam dan pura pura main hp. Fani pun langsung menutup mulutnya ketika diberi kode teman temannya. " Lagian kenalannya ga lengkap, ntar kalo ada yg ngaku pacarnya Kyara gimana coba? " kata Fandi sambil tersenyum usil lalu melirik Kaysan. Kaysan yg merasa di lirik pun menatap tajam Fandi " Emang siapa? " tanya Ken sambil mengerutkan kening penasaran Suasana sempat hening, seperti menunggu pengumuman wisuda padahal acaranya belum dimulai. Yaa ini gara gara Fandi yg suka iseng kalo ngomong. Kan semua orang jadi deg degan nunggu jawaban Fandi. Apalagi aku, aku takut kalo Fandi menyebut nama Kaysan. Jika nama Kaysan yg disebut maka akan berbuntut panjang masalahnya. " Nungguin yaa. " kata Fandi jail sambil tertawa. Bukannya semua ikut tertawa tp malah kita semua kesal dg tingkah Fandi " Udah yuuu udah mau mulai tuh. Fandi ga usah di dengerin. Dia emang suka ga jelas gitu. " kata Dinda yg mengajak kita untuk ke aula dan mengalihkan pembicaraan tadi. Dinda memang pintar untuk menyelamatkan suasana hehehehe Kami semua pun berjalan menuju aula karena acara wisuda segera dimulai. Untuk orang tua dan pendamping duduk di barisan kiri panggung, untuk mahasiswa di kanan panggung, dan untuk dosen dan jajaran universitas ada di barisan depan panggung. Acara demi acara terlewati. Saatnya pada acara inti yaitu pemindahan tali toga, pengalungan samir dan pengumuman mahasiswa terbaik. Ternyata namaku dan Kaysan yg menjadi salah satu mahasiswa terbaik. Banyak tepuk tangan meriah dari semuanya. Dan banyak juga yg meneriaki kami. " Cuit cuit pasangan the best of the year lulus predikat cumlaude. " " Iiihhhiiii. " Yaa seperti itulah kira kira. Lalu aku naik ke atas panggung. Kaysan yg sudah diatas panggung lebih dulu melihat ku tanpa berkedip. Melihatku sedikit kesulitan naik tangga, Kaysan langsung membantuku. Kaysan mengulurkan tangannya sambil tersenyum dan bergumam " Cantik. " " Gimana Kay? " Tanyaku sengaja agar Kaysan mengulangi ucapannya karena meski bergumam tp aku masih bisa mendengarnya " Eh ga papa. " Jawabnya singkat salah tingkah Setelah kami menerima selendang dan tropi. Tak lupa kami berfoto bersama dosen dan dekan. Lalu saat dibawah panggung, kamipun mencari tempat yg untuk ber-selfie. Saat sedang ber-selfie, tiba tiba Ken menghampiri ku. " Selamat sayang. " kata Ken sambil memberikan buket bunga lalu mencium keningku " Makasih Ken. " jawabku sambil tersenyum mencium bunganya " Selamat yaa anak mamah yg cantik. " ucap mamah sambil mencium pipi kanan dan kiri ku " Selamat sayang. Kamu memang anak papah yg the best. " kata papah yg langsung memeluk ku erat " Makasih mah pah. Ini semua juga berkat didikan kalian. " kataku sambil tersenyum dan mengusap sedikit air mataku diujung mata. Yaa aku sangat terharu karena bisa membanggakan orang tua ku. Meski aku menuntut ilmu jauh dari mereka, tp aku bisa membuktikan bahwa aku sanggup menjadi yg terbaik. Kaysan melangkah mundur semenjak melihat Ken mencium keningku. Dia menjauhi aku dan Ken. Dan ternyata Kaysan menabrak Kak Ivan. " Sabar sabar. Kan Loe sendiri yg udah memutuskan untuk memilih jalan ini. " kata Kak Ivan sambil menepuk nepuk bahu Kaysan. Kaysan hanya mengangguk ngangguk. Selesai acara aku dan teman teman menuju studio foto. Kita tak lupa mengabadikan momen yg berharga ini. Ken, Mamah, Papah, Kak Ivan, Orang tua Kaysan juga ikut bersama kami. Aku foto sama teman teman, sama mamah papah dan Ken, sama Ken berdua. Tapi aku belum foto berdua bersama Kaysan. Akhirnya aku memberanikan diri minta ijin pada Ken untuk bisa foto berdua sama Kaysan. " Eeemmmm Ken. " panggilku ragu takut Ken tidak mengijinkan " Iyaa sayang kenapa? " tanyanya lembut sambil merangkul pundak ku " Aku boleh foto sama Kaysan berdua ga? " tanyaku sambil unjuk gigi. Lalu Ken melihat ke arah Kaysan. Kaysan yg merasa diperhatikan pun menoleh kearah Ken. " Mmmmm boleh sayang. Foto doang kan? Ga ngapa-ngapain? " kata Ken sambil tersenyum jail " Beneran boleh Ken? Iyaa foto doang ko. Emang mau ngapain lagi. " jawabku " Hehehehe becanda sayang. Iyaa boleh. Gih mumpung masih ada waktu. " kata Ken mengkodekan matanya agar aku segera menempatkan diri untuk berfoto " Makasih Ken. " jawabku sambil mencium pipi Ken sekilas lalu pergi menghampiri Kaysan. Ken hanya tersenyum melihatku. Sedangkan Kaysan yg melihatnya langsung mengalihkan pandangannya ke Hp yg di pegangnya " Kay foto berdua yuuukkk. " ajakku sambil duduk di sampingnya " Kan tadi udah selfie berdua. " kata Kaysan singkat tanpa menoleh kearah ku " Kan tadi backgroundnya lapangan doang Kay. Ayoo lah Kay buat kenang-kenangan. " kataku membujuk Kaysan sambil menggoyangkan tangannya yg sedang memegang HP " Males ah. " jawabnya singkat dan jutek sambil terus menatap Hpnya yg menampilkan game " Iiiiwww gitu banget si sama aku. " kataku memelas dan memang aku seperti mau nangis Kaysan menolak ajakanku " Kalo Kaysan ga mau, sama gue aja yuuukkk Ra. " kata Fandi sambil mengulurkan tangannya dan mengedipkan sebelah matanya " Minggir Loe. Ayo Ra. " kata Kaysan sambil menabok tangan Fandi yg terulur dan menggenggam tanganku lalu berjalan menuju tempat foto Aku menoleh kebelakang melihat Fandi lalu mengacungkan jempol padanya. Fandi membalasnya dg senyuman dan kedipan mata. Aku bahagia karena akhirnya Kaysan mau foto berdua dg ku. Memang hanya Fandi yg bisa memancing Kaysan berubah pikiran. Gengsi Kaysan yg terlalu tinggi bisa dikendalikan oleh Fandi. Setelah foto berdua dg Kaysan. Teman laki laki yg lain seperti Angga, Fandi dan Dion menghampiri aku dan Kaysan. Akhirnya sesi foto ditutup dg Aku yg berfoto diantara 4 cowo teman ku itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN