Paginya aku bangun dg perasaan yg masih kacau. Lalu menyalakan ponselku. Ternyata tak ada pesan atau telpon dari Kaysan. Yaa mungkin Kaysan kecewa dg sikapku. Aku pun kecewa karena Kaysan tak mencoba menghubungi ku dan meminta penjelasan ku. Tapi yaa mungkin Kaysan butuh menenangkan diri seperti ku. Dan mungkin ini yg terbaik buat kami. Setidaknya Kaysan jadi bisa sedikit melupakan ku. Dan aku pun bisa menjauh dari Kaysan tanpa menyakitinya lebih dalam lagi. Saat aku berharap Kaysan menghubungi ku. Ternyata Darren lah yg mengubungi ku. Dia berkata kalo, dia sudah sampai Jogja. " Hallo sayang. Aku udah sampai Jogja. Kamu sharelok rumah nenek yaa? " kata Darren " Oh iyaa Ren. " jawabku dg suara yg parau karena nangis semalaman " Kamu kenapa sayang? Ko kaya abis nangis? " tanya Darren yg

