Membuka pintu rumahnya sepelan mungkin, Bianca berusaha agar tidak mengeluarkan suara sedikitpun, termasuk decitan pintu. Setelah pintu tertutup dengan baik, Bianca hendak berbalik sebelum suara berat menahan pergerakannya. "Habis dari mana?" Mampus. Itu ayah. Ayah Bianca adalah ayah yang baik, pengertian, dan penyayang. Namun tetap saja, beliau adalah orang yang sangat disiplin dan protektif. Bianca adalah anak bungsu, yang paling dijaga, tapi sekarang gadis itu justru pulang larut tanpa memberi kabar apapun. "Kenapa pulang? Masih inget rumah kamu?" Ayah sudah masuk mode tegas dan wajahnya nampak sangat tidak mengenakan. Bianca menunduk menahan air matanya agar tidak keluar. Bilang bahwa dia cengeng, ia akui itu. Tapi aura mengintimidasi dari ayah benar-benar sekuat itu. "A-anu,

