29.

416 Kata
Jonathan hanya diam melihat interaksi keduanya. Mereka terlihat cukup dekat, padahal Violett baru masuk sekolah tiga hari, tapi gadis itu bisa langsung menarik perhatian Bianca. Jonathan tidak senang. Ia hanya semakin khawatir melihat kedekatan keduanya. "Lho kak Jo kenapa diem aja? Ngga pesen makan ka?" Bianca ikut menoleh melihat Jonathan yang hanya diam entah memikirkan apa. Ia mengernyit teringat sesuatu. Bianca menatap Violett dan Jonathan bergantian, "kalian deket?" Dan dibalas anggukan semangat oleh gadis itu. "Iya ka! Deket banget malah. Dia kan temennya bang Chris, sering banget nginep di rumah." Bianca tersenyum melihat binar di mata Violett kala gadis itu menjawabnya. "Nginep?" Jonathan hendak menjawab, namun Violett lebih dulu menyelanya. "IYA! Aku tuh dari kecil dijagainnya sama kak Jo, dia dulu yang selalu ngajak aku jalan-jalan keliling kota. Dari pada bang Chris, ka Jo lebih cocok jadi Abang aku." Sumpah, Jonathan rasanya ingin meraup wajah Violett saat ini juga. Tapi tidak bisa. Udah mana Bianca ketawa lagi, apa gadis itu ngga kesel ya?" Tak sadar tangannya menggebrak meja cukup keras, membuat dua gadis di depannya ini tersentak kaget. "Eh, maaf, tadi ada nyamuk." Bianca diam menatapnya heran, sedangkan Violett tertawa renyah. "Ka Jo mah ih, kebiasaan." Nada manja dibuat-buat Violett jadi bikin Bianca ikut tertawa pelan. Sedekat itukah mereka? Tapi Bianca segera menggeleng. Kalopun dekat, ya kenapa? Ia tak ada hak untuk itu. "Mau kak?" Jonathan menatap keduanya datar, ia tidak suka dengan situasi ini. Violett seolah-olah memberi tahu bahwa mereka memang sangat dekat, sangat dekat. "Ngga laper, haus." Secara tiba-tiba Jonathan menarik minuman Bianca, membuat dua gadis itu sedikit terdiam. Bianca mah diem aja, sudah biasa makanannya direbut begitu sama Jonathan. Selama mereka dekat, semua yang Bianca makan sering asal diambil sama cowok itu, lalu dengan tidak sopannya ia mengomentari makanan atau minuman tersebut, meledek seleranya. Berbeda dengan Bianca, Violett justru diam karena menahan sesuatu. Tangannya meremas erat pinggir meja. Jadi mereka sudah sedekat itu? "Rasa strawberry." Gumam Jonathan dengan senyum kecil. Tapi masih terdengar jelas oleh dua orang itu. "Apa? Lo mau ngatain lagi?" Bianca merucap galak. Matanya melotot tak terima lalu hendak menarik kembali minumannya. Namun tangan Jonathan lebih dulu bertindak cepat, menahan tangan Bianca dan menarik minumannya sedikit jauh. "Manis, gua suka." Jonathan tersenyum, Bianca mencibir, sedangkan Violett diam dengan wajah tak menentu. "Jangan dihabisin, Jo, ah!" Kesal Bianca, ia berjalan memutari meja dan berdiri tepat disebelah cowok itu, hendak mengambil paksa minumannya. Jonathan ikut berdiri, memperlihatkan perbedaan tinggi mereka yang sangat kontras. Bianca jadi kecil banget berdiri di samping cowok itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN