"Nah gini, Big Boss utuh lagi, ya kan Ri." Ari mangut-mangut, "seneng gue Lang, bener dah." "Jangan geer lu pada. Gue kembali karena Delia," dan sebenarnya gue juga kangen kalian. Lanjut Elang dalam hati karena terlalu gengsi. Tiba-tiba saja Fino datang dan berhenti di depan mereka. Berpapasan saat di koridor dalam keadaan yang sangat ramai bukanlah hal yang menyenangkan. Begitu juga dengan Elang yang tidak tahu-menahu ada apa cowok ini menghalanginya. "Lang, bisa gue bicara sama lo?" Elang menaikkan sebelah alisnya. "Bicara aja nggak bayar tenang." "Gue serius," geram Fino. "Gue dua rius," jawab Elang. "Lo ikut gue sekarang." Fino mencengkram tangan Elang. "Kalau lo mau romantis sama cewek aja jangan ke gue. Spesies cewek masih banyak." Big Boss tertawa karena Elang. Cowok itu e

