Part 12. Kencan Pertama

1483 Kata
“Senyumannya bukan hanya membuat hati berlari untuk mengejar tetapi juga untuk mengetuk, namun akankah pintu itu kembali terbuka?” Aleena melirik ke arah Saga lalu cemberut, terlihat Saga mengulum senyumnya jika melihat sikap Aleena seperti ini, mereka sedang makan siang bersama di kantin. Ketika Aleena sedang menyesap air mineralnya tiba-tiba ada Neira dan Caca yang berdiri dihadapannya, Aleena yang melihat hal itu memutarkan bola matanya malas. “ngapain lo masih berhubungan sama Marco?” tanya Caca dengan melipatkan kedua tangannya di dada “apa urusan lo?” jawab Aleena santai “lo itu gak pantes ada di deket Marco tau gak!” kata Caca sedikit membentak Aleena menghela nafasnya malas “kalo lo mau sama Marco ambil gih, itu juga kalo Marco mau sama nenek sihir macam lo” Saga yang disamping Aleena tidak menggubris sama sekali kejadian dihadapannya, dia masih asik dengan lemon tea nya. Caca mengepalkan tangannya lalu mengambil air mineral punya Aleena dan hendak menyiramkannya pada Aleena, sehingga Aleena sudah memejamkan matanya. Tapi, Aleena tidak merasakan wajahnya basah, dia membuka matanya malah melihat wajah Caca yang terkena air. “sorry” gumam Saga “duh Ca, kita ke toilet cepetan malu diliat orang” ajak Neira sembari menarik Caca dengan wajah kesalnya Aleena yang menyadari hal itu hanya dapat terdiam dan menoleh ke arah Saga. *** Siang ini Aleena sudah bersiap-siap untuk kencan nya yang ke dua bersama Saga tentunya ini paksaan dari Aleena. Aleena memakai sloopy berwarna pink dengan top sabrina didalamnya, white kets dan slingbag berwarna senada. Aleena menguncir kebelakang rambutnya. Dia bercermin lalu tersenyum sehingga matanya berubah menjadi segaris. “harusnya kak Saga udah dateng nih” gumam Aleena lalu turun dari kamarnya “mbak Aleena mau pergi?” tanya seorang asisten rumah tangganya yang sedang menyapu “eh iya nih bi aku mau pergi, nanti kalo udah mau pulang dan belum ada orang kuncinya simpen di tempat biasa yah” kata Aleena “iya mbak” Aleena membuka pintu rumahnya lalu dia kaget tiba-tiba Saga ada di hadapannya. “aish kakak bikin kaget aja bukannya pencet bel atau gimana kek!” gumam Aleena sembari mengelus dadanya Saga hanya diam lalu menyodorkan papper bag berwarna putih. Aleena mengambilnya lalu melihat isinya yang ternyata sandal rumah berwarna biru tua “apaan nih kak?” tanya Aleena “Sendal” “yaiya tau gue juga maksudnya apa?” “malem” “hah?” “nasi goreng” “iya.. sandal.. malem... nasi goreng... apa lagi clue nya? Bawang goreng? Penggorengan? Emang kita lagi ikutan kuis apa kak? Jawab pertanyaan satu kata ” gerutu Aleena Saga mengangkat satu alisnya lalu meninggalkan Aleena memasuki mobil. “kan kebiasaan” kata Aleena sembari menyimpan papper bag tersebut di atas meja lalu melangkah ke mobil dan memasukinya. *** Saat ini Saga sudah berada diparkiran sebuah mall, dia keluar dari mobilnya dan melihat Aleena mengoceh sendiri. “pokoknya hari ini kita harus nonton film, makan terus pokoknya jalan-jalan sampai malem deh” celoteh Aleena Saga membuntutinya dari belakang, dia melihat seorang cewek dihadapannya sekarang sedang berjalan sehingga rambut yang dia ikat seakan menari ke kanan dan ke kiri. Tanpa sadar Saga tersenyum lalu mendekati Aleena. Aleena menoleh menatap Saga yang juga menatapnya. “gue suka rambut lo digerai” bisik Saga lalu meninggalkan Aleena Aleena menghentikan langkahnya lalu melepas ikatan pada rambutnya lalu merapihkannya, dia menyentuh jantungnya yang berdebar dengan kencang, pipinya terasa panas lalu memerah seketika. *** “ayooo kak” ajak Aleena pada Saga “bentar” kata Saga seraya menjauh dari Aleena dan mengangkat sebuah telepon masuk “oh gitu mam? Udah deket juga? Yaudah iya iya Saga tunggu” gumam Saga terdengar percakapan di telepon Aleena menghampiri Saga dan bertanya “kenapa kak? Ayo kita beli tiket” “tunggu bentar” Aleena pun hanya mengangguk, selang beberapa lama Abel dan Rika tiba-tiba menghampiri Aleena dan Saga “kak Aleena!!” teriak Abel seraya memeluk Aleena dan Aleena tampak sedikit kaget “loh Abel? Ada tante juga? “ kata Aleena seraya mencium tangan Rika “aduh iya nih maaf yah tante jadi ngerepotin padahal kamu sama Saga lagi mau nge date yah?” Aleena hanya tersenyum dan salah tingkah “jadi, tante sama om mau ke acara di Jakarta nah Abel gak mau ikut karna gak ada yang jagain jadinya tante minta Saga buat ajak main Abel juga, gak apa-apa kan Aleena?” tanya Rika “ya gak apa-apa lah tante, kita seru-seruan hari ini yah Abel? Hihi” kata Aleena seraya menggenggam tangan Abel “yaudah mami pergi dulu yah, papi tunggu di bawah soalnya. Tante duluan yah Al” kata Rika seraya pergi meninggalkan mereka Aleena mengangguk dan langsung menggandeng Abel memasuki bioskop “Abel mau nonton film apa??” tanya Aleena Saga yang masih diam ditempat mengulum senyumnya, dia mengira Aleena akan keberatan jika Abel ikut dengannya karena Aleena sangat menginginkan kencan ke-dua nya ini. Namun, Aleena sepertinya malah sangat akrab dengan Abel. Alhasil mereka bertiga menonton film keluarga dengan bergenre lebih menghibur anak kecil. Abel duduk ditengah-tengah antara Aleena dan Saga terlihat sekali mereka sangat menikmati filmnya sesekali mereka tertawa bersama. *** “ Sekarang Abel mau apa lagi?” tanya Saga Abel lalu memikirkan sesuatu dan matanya menyapu seluruh area mall “Abel mau es krim” kata Abel dengan suara menggemaskan layaknya anak kecil seraya menunjuk ke sebuah stand es krim “ Aleena juga mau es krim” kata Aleena yang menirukan suara Abel dengan memasang wajah puppy eyesnya dia hadapan Saga “hihi kak Aleena lucu banget” gumam Abel sembari tertawa Saga mengerutkan dahinya lalu mendorong dahi Aleena menjauh “gak lucu” Aleena hanya berdecak kesal sembari mengikuti Saga dari belakang. Mereka pun mengelilingi mall sembari memakan es krim. Aleena juga mengajak Abel ke sebuah toko akseseoris dan mereka membeli bando dengan motif yang sama, dengan keduanya merayu Saga untuk membelikan mereka sebuah bando itu. “kita foto box yuk?” ajak Aleena “ayoo kak Abel mau” “gak ah” kata Saga Abel dan Aleena memasang wajah cemberut dihadapan Saga, Saga pun menghela nafasnya pasrah “oke” Abel dan Aleena tertawa puas lalu mereka dengan semangat melangkahkan kakinya ke sebuah fotobox. Setelah mengisi ulang sebuah card permainan mereka akhirnya memasuki sebuah foto box yang membuat Saga merasa risih karena badan dia yang terlalu tinggi. Mereka pun melakukan berbagai gaya yang sangat lucu, dari wajah melet, puppy eyes, tertawa, tersenyum saling merangkul, saling mencium pipi Abel yang berada di tengah dan yang terakhir akibat ulah Abel yang mendekatkan Aleena dan Saga sehingga Saga mau tidak mau merangkul Aleena karna diperintahkan Abel. Foto tersebut keluar dari sebuah mesin Aleena dan Abel tampak senang melihat hasilnya, lalu mereka mendelik ke arah Saga.. “kenapa?” tanya Saga “kaka kenapa sih semua foto ekspresinya datar banget” gerutu Aleena “tau nih mas Saga, kaku banget” gerutu Abel Saga hanya diam dan tidak menggubris. *** “kenyang deh” gumam Abel seraya mengelus perutnya “Abel sini” kata Aleena seraya membersihkan sisa makanan yang ada di sudut bibir Abel Akibat kelelahan akhirnya mereka memutuskan untuk makan, dan tidak disadari bahwa sudah malam. Hampir seharian mereka seru-seruan disebuah mall. Aleena tampak telaten mengajak Abel bermain dengan sangat sabar menuruti anak kecil yang maunya banyak. “kak Aleena kapan-kapan main lagi sama aku yah?” kata Abel seraya memeluk Aleena “iya pasti dong sayang, kita bakal sering main okay?” kata Aleena berjanji dengan menautkan jari kelingkingnya ke kelingking Abel. Bahkan, hari ini Aleena lebih banyak mengobrol dengan Abel daripada dengan Saga. Sepertinya malah Saga hanya menemani dua gadis yang sedang bermain. *** Saga mengantarkan Aleena pulang, sebelumnya Abel sudah dijemput oleh Rika. Aleena sesekali menguap karena ngantuk yang tiada tara, dia merasa kelelahan harus bermain dan mengajak Abel keliling mall seharian ini. Mengasuh anak kecil itu memang sangat melelahkan tapi, Aleena sangat menyukainya. “eh bangun” kata Saga seraya membangunkan Aleena yang ternyata tertidur di dalam mobil Saga memperhatikan wajah Aleena yang kelelahan, Aleena sesungguhnya adalah cewek yang sangat cantik dan baik itu sangat terlihat tadi ketika dia bermain dengan Abel. Saga sangat tidak enak untuk membangunkan Aleena, akhirnya dia pun menggendong Aleena memasuki rumahnya. “loh Aleena tidur ?” tanya Kirana “iya tante, Aleena kecapean kayanya tadi main sama Abel.” Jawab Saga “yaudah tolong bawa ke kamar yah, dilantai 2 sebelah kanan” Saga pun mengangguk lalu membawa Aleena ke dalam kamarnya yang didominasi dengan warna putih, dia menidurkan Aleena di kasurnya lalu membukakan sepatu Aleena, tiba-tiba Aleena menggelinjang dan mengigau. Saga yang masih ada didekatnya hanya tertawa pelan. “kaakk Saga ganteng he he he” kata Aleena dengan mata yang tertutup, bisa-bisa nya dia mengigau menyebutkan nama Saga yang saat ini masih menatapnya. Saga menyunggingkan senyumnya “dasar Alien” gumamnya Senyumannya bukan hanya membuat hati berlari untuk mengejar tetapi juga untuk mengetuk, namun akankah pintu itu kembali terbuka?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN