14. Bukan siapa-siapa

1202 Kata
“Namun rasanya sedikit menyakitkan ketika menggali kembali masa lalu dari seseorang yang ternyata berarti di dalam hidup ini” “mam, lagi goreng apa?” tanya Saga sembari melirik Rika yang sedang menggoreng “pisang kipas” jawab Rika Saga pun mengambil satu buah pisang kipas yang masih panas “awh” “masih panas nak” “mas Saga!” teriak Abel yang saat itu berlari menghampiri Saga “kenapa harus lari-lari?” tanya Saga Abel hanya nyengir dan memberikan 4 buah foto box dirinya dengan Saga dan Aleena yang sudah digunting-gunting. Saga mengerutkan dahinya “kenapa?” “ini buat mas Saga 2 lembar dan buat kak Aleena 2 lembar sisanya untuk Abel, nanti mas kasih yah ke kak Aleena” gumamnya Saga mengangguk dan tersenyum lalu mengacak-ngacak rambutnya Abel. “mami suka sama Aleena, gak neko-neko ceweknya sopan lagi” gumam Rika sembari membalikan pisang goreng yang sedang dimasaknya Saga menyunggingkan senyumnya “terus?” “ya terus, kamu suka juga gak sama Aleena?” tanya Rika sembari tersenyum Saga hanya menggeleng-gelengkan kepalanya lalu tertawa pelan dan meninggalkan Rika. *** Saga memperhatikan 4 lembar foto box yang ada di tangannya kini, dia sempat tersenyum sendiri melihat ekspresi Aleena dan Abel yang sama-sama menggemaskan. Apa Saga bisa mengubur masa lalu nya yang selalu membayanginya selama ini? Saga bukan tipe cowok yang gampang untuk jatuh cinta, bahkan selama hidupnya ini dia baru sekali mencintai seseorang yaitu Amber. Saga menuruni anak tangga di rumahnya dia melihat seorang cewek dari belakang sedang duduk di meja makan rumahnya, Saga memperhatikannya dan menghampirinya. “ngapain lo disini?” gumam Saga Aleena yang saat itu sedang memainkan ponselnya terkejut melihat kehadiran Saga yang tiba-tiba “aish kebiasaan ngagetin mulu” “gue nanya, ngapain lo disini?” Aleena mendelik ke arah Saga “ish galak banget sih kak, gue tuh kesini tadi nganterin kue bolu dari mama buat tante Rika, eh gue ketemu tante Rika di depan dia mau nganter Abel les, jadi gue disuruh tunggu disini deh” Saga mengangguk pelan lalu mengambil jaket dan kunci mobilnya, dia kembali menghampiri Aleena dan menarik tangannya. “eh eh mau kemana?” tanya Aleena heran Saga menoleh “gue mau keluar, lo mau disini sendirian?” Aleena menggelengkan kepalanya lalu dia mengikuti langkah Saga dan tidak berkomentar, karena jika Aleena berkomentar pasti akan kena semprot oleh Saga. “mau kemana sih kak?” tanya Aleena yang tidak bisa diam di dalam mobil “kak ih, mampir ke indomaret dulu kek yah? Gue mau beli es krim” “enggak” “please kakkkk” pinta Aleena dengan memasang wajah puppy eyes nya Saga menghela nafasnya lalu mencari indomaret terdekat dan memarkirkan mobilnya. “kakak mau es krim rasa apa?” “enggak” “yaudah” Saga membiarkan Aleena sendiri membeli es krim dan dia menunggu di dalam mobil. Ketika Aleena hendak memasuki sebuah indomaret tiba-tiba langkanya terhenti begitu saja melihat seorang cowok yang baru keluar dari indomaret dengan menenteng sebuah kantong kresek putih. Dengan segurat senyuman tanpa dosa kepada Aleena. Sungguh, Aleena sangat jijik melihatnya. “hai Aleena” Aleena memalingkan wajahnya yang sangat tidak ingin melihat cowok yang ada dihadapannya tersebut. Dia adalah Asta mantan gebetan Aleena, dia adalah cowok yang sangat b******k menurut Aleena, gimana tidak b******k? Ternyata, dia menjadikan Aleena sebagai salah satu dari sekian banyak cewek yang didekatinya. Aleena tidak menggubrisnya, dia melangkahkan kakinya lagi. Namun, tangan Aleena di cegah. “minggir” Aleena menepis tangannya “kok lo jadi jutek sih sama gue? Bukannya lo suka sama gue?” kata Asta yang lagi-lagi tersenyum tanpa dosa Aleena melipatkan kedua tangannya didada lalu mendelik ke arah Asta “ternyata, selain b******k tingkat ke pede an lo juga tinggi yah?” Asta tersenyum menyeringai lalu kembali mengenggam tangan Aleena “apa sih gak usah pegang-pegang” bentak Aleena namun, Asta tidak berniat melepaskannya. Sampai pada akhirnya, Saga melihat kejadian itu dari dalam mobilnya, tanpa fikir panjang dia keluar dari mobil dan menghampiri mereka lalu menarik tangan Aleena dari tangannya. “dia bilang, lepas” kata Saga dengan tatapan tajam ke arah Asta “siapa ni? Cowok lo? Haha akhirnya bisa juga lo dapetin cowok?” ledek Asta Saga tersenyum melihat cowok b******k dihadapannya ini, lalu Saga mendekatinya. Dengan tubuh Saga yang sangat tinggi, Asta yang tingginya sangat jauh lebih rendah dari Saga membuatnya agak sedikit mendongkak. Aleena yang melihat hal itu hanya tertawa pelan. “dan akhirnya, Aleena gak jadi sama cowok macam lo” gumam Saga lalu mengajak Aleena pergi dari tempat itu *** Saat ini Aleena dan Saga sudah berada di sebuah gudang di studio foto Saga, mereka tampak berjalan menyusuri gudang yang cukup gelap dan terdapat barang-barang yang tidak terpakai. “ngapain sih kak?” tanya Aleena yang saat itu membututi Saga dari belakang Saga menaiki sebuah tangga kayu dan membuka pintu yang ada diatasnya “naik” Aleena hanya menuruti Saga, saat ini mereka sedang berada di atap studio foto Saga, Saga pun duduk di atas genting. Dengan duduk bersila dan menatap ke langit lalu memejamkan matanya merasakan angin sepoi-sepoi menyeruak di dalam tubuhnya. Aleena pun duduk disebelah Saga dengan sangat hati-hati karena takut jatuh. “kakak ngapain sih kesini? Gak takut jatoh apa? Sakit tau kalo jatoh” Saga merogoh dompetnya di dalam saku lalu mengeluarkan dua lembar foto box dan diberikan kepada Aleena “dari Abel” Aleena mengambil foto tersebut “ah iya, lucu banget sih” kata Aleena sembari memperhatikan foto tersebut lalu dia simpan di dalam dompetnya Aleena dan Saga hanya diam memandang langit biru yang tampak bagus sore hari ini, mereka tidak ada yang memulai bicara membuat Aleena mati gaya, Aleena sangat tidak suka kecanggungan seperti ini. “hmm kak” Aleena memberanikan diri untuk bersuara “hm” “kemarin, gue ketemu Amber” ucap Aleena Saga yang mendengar hal itu langsung menoleh ke arah Aleena “dia gak ngapa-ngapain lo kan?” tanya Saga Aleena menggeleng pelan “sebenernya, Kakak dan Amber itu ada hubungan apa sih?” tanya Aleena memberanikan diri walau sesungguhnya dia sudah tau dari Azzam, namun dia ingin tau dari mulut Saga sendiri “Amber tuh siapanya kakak?” “bukan siapa-siapa” jawab Saga Aleena menghela nafasnya, benar... Saga memang tidak mau menceritakan kehidupannya pada Aleena, mungkin Aleena memang bukan sesuatu yang berarti di dalam hidup Saga. Kenapa, disaat Aleena dengan mudahnya menceritakan cerita cinta nya yang terdahulu kepada Saga bahkan tanpa Saga memintanya. Entah kenapa, Aleena sepertinya sangat harus menceritakan cerita cintanya pada Saga. Bahkan, Saga sudah bertemu dengan 3 cowok yang pernah ada di dalam hidup Aleena sebelumnya. Namun rasanya sedikit menyakitkan ketika menggali kembali masa lalu dari seseorang yang ternyata berarti di dalam hidup ini. Tapi apa Aleena akan siap jika ternyata hanya dia yang kembali terbawa perasaan? Aleena mengerutuki dirinya sendiri saat ini, mengapa dengan nekatnya dia mengetes hatinya untuk mendekati Saga. Tapi ternyata, Aleena malah termakan omongannya sendiri. Saat ini, dia sudah baper terhadap Saga. “gue mau pulang” kata Aleena sembari hendak berdiri, namun kakinya terpeleset sehingga dengan sigap Saga menahan tubuh Aleena “hati-hati” gumam Saga Aleena pun melepaskan tangan Saga lalu memalingkan wajahnya, dia tidak ingin Saga melihat tatapan Aleena yang salah tingkah saat itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN