Digendong di bahu Reymond, Aby asyik menikmati es krim. Anak itu tidak peduli sebelah tangan ayahnya merangkul ibunya. Selagi es krim di tangan, dunia di sekitarnya tak sedikit pun mampu mengusik keasyikannya. “Dalam hal menyangkut mamanya, anak ini sama sekali tidak mau berbagi,” cetus Reymond. Mereka berjalan menyusuri alun-alun Jogja yang ramai. Aku tertawa kecil. Kejadian semalam membuat Reymond begitu kesal, pasalnya pria itu tidak diperbolehkan tidur dengan mereka. Aby sama sekali tidak membiarkan siapa pun dekat-dekat denganku. “Papa sama Mama baru saja menikah, By, masa disuruh tidur pisah?” keluhnya. “Aby bobo sama Oma dulu, ya?” Bocah itu memberengut, wajahnya tidak menunjukkan keramahan seperti biasanya ketika mendapat hadiah mainan dari Reymond. Tangannya terulur padaku,

