39. Ah, Sial!√

1142 Kata

Jeza mengendap-endap saat memasuki kamar gelap mereka yang berada di rumah sang mama. Ia tidak ingin membangunkan istrinya yang masih tidur. Jeza masih berpikir Seira tidur berhubung ia hanya pergi selama satu jam tidak lebih malah kurang beberapa menit. Namun, suara istrinya bersamaan lampu yang menyala membuat Jeza menggigit bibirnya salah tingkah. “Kamu dari mana? Kok kayak maling?” Seira baru saja masuk ke kamar. Tadinya ia terbangun lantaran perutnya lapar dan lupa menyalakan lampu kembali. Berhubung Kinan juga menyeretnya untuk makan malam. “Dari luar sebentar, Sayang.” Jeza memamerkan senyum manisnya berharap Seira tidak memberinya mode ngambek. Mendengar kata ‘sayang’ Pikiran Seira kacau kembali. Ia merasa Jeza dalam beberapa hari ini terlihat bukan seperti Jeza yang biasa. Ia s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN