Seira menyeret kopernya masuk ke dalam rumah sang mertua sembari mengentakkan kaki lantaran teralu kesal pada Kinan yang terus menggodanya sejak keluar dari rumah Jeza sampai sekarang kini. Apa maksudnya kado spesial itu pakai tubuh? Seira sudah terlalu takut untuk hal yang berkaitan dengan bercinta, apalagi trauma yang menimpanya karena ulah Jeza sendiri yang memperkosanya setiap mabuk. Meskipun baru dua kali, bukan berarti ia baik-baik saja dan menikmati. Tidak sama sekali, yang ada malahan rasa kesal dan kecewa beserta bagian bawahnya yang sangat sakit. “Sei,” sapa sang mertua dan Seira ikut mengabaikannya sehingga Fara mengernyitkan kening bingung. “Merajuk, Tan.” Kinan yang menyusul dari belakang mencoba menjawab kebingungan sang tante. “Kok bisa?” Fara masih belum memahami. Ia m

