Seira mengembuskan napas kasar berkali-kali, sesekali memukul kepalanya lantaran terlalu pusing memikirkan tentang benda yang ada di tangannya saat ini. Sebuah alat untuk tes kehamilan yang bisa saja membuktikan dia hamil atau tidak. Namun, rasa ketakutan menyertai Seira akan hasilnya berhubung ia dan Jeza sudah melakukannya sebanyak dua kali, kemungkinan besar dia hamil, garis bawahi kemungkinan. Jika ia hamil lantas bagaimana nasib dirinya selanjutnya? Bagaimana nasib bayinya nanti? Apakah Jeza menerima atau sebaliknya membuang mereka berdua tanpa peduli dan iba? Seira tidak ingin itu terjadi, maka dari itu ia masih menggantungkan niatnya untuk memasukkan tes kehamilan itu ke air seninya. Alat itu terletak begitu saja di atas wastafel seolah tidak berharga. Sesekali Seira memfokuskan

