Mega berdiri kaku di depan rumah Abizar. Kakinya gemetaran dan keringat dingin menyertai. Jujur saja ini kali pertama ia mendatangi rumah lelaki asing yang sama sekali bisa dikatakan adalah orang yang wajib dihindari bahkan ditanamkan dalam hati kalau Abizar adalah masalah yang sulit di atasi, tapi demi bosnya yang sudah dianggap sebagai kakak sendiri ia rela menanggung risiko hati dan perasaan. Tangan Mega sudah berada di pintu siap mengetuk, tapi tertahan saat suara Abizar dari belakang tubuhnya terdengar. “Gue kira lo gak jadi datang?” Abizar memasukkan password kunci rumahnya dan seketika pintu di depan Mega terbuka lebar lalu Abizar menyuruh Mega masuk duluan. Mega masih mematung menatap dalam diam lelaki yang terlihat sangat berbeda dari biasanya. Lelaki itu terlihat sedikit kuru

