75. Jangan Merenggutnya√

1405 Kata

Jeza menghela napas panjang saat keluar dari kamar rawat sang istri. Ia di sambut oleh Fara, Kinan dan juga Iqbal serta Abizar dan Mega. “Bagaimana?” tanya Abizar lebih dulu. Jeza kembali menghela napas. “Ia menyerahkan semua ke gue, Zar. Ya, walau sebenarnya ia sangat ingin bayi itu tetap ada di rahimnya dan lahir ke dunia. Ia ingin membesarkannya dengan kasih sayang. Hanya saja, gue tidak ingin ia dalam bahaya jika tetap mempertahankannya.” Semua menghela napas. “Lalu apa keputusanmu, Za?” tanya Fara pada putranya itu. Jeza menggeleng. “Aku belum tahu, Ma.” Sebenarnya Jeza juga ingin bayi itu lahir di waktu yang tepat dan tetap ada di tengah keluarga kecilnya, tapi masalahnya kondisi istrinya sangat tidak memungkinkan. Dan kata dokter, seumpamanya bayi itu tetap dipertahankan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN