" tuan saya akan melawan yang disana! " rivaldi
bugh, bugggh, baraninya lo sama cewek, sini lawan gua anjir, bugh mampus lo k*****t.
sekelompok geng tumbang semua, dihajar fano dana asisten setianya.
melepas ikatan tali dari tubuh faiza.
" lo gapapa kan ( dengan dingin,sambil memasangkan jasnya ketubuh mungil faiza ) " Zefano
" iy-iya gapapa kak, tri-trimakasih udah nolong aku ya kak ( sambil tanganya gemetaran)" faiza.
" nona, nona tidak apa-apa kan? " rivaldi
" iy-iya tuan aku tidak apa-apa awww ( sambil menahan sakit di sekujur tubuhnya) " faiza
brukkkk... tubuh mungil faiza yang lemah jatuh.
Ceo dingin itu dengan sigap mengangkat tubuh mungil faiza ke dalam mobil.
tuan fano mungkin sudah jatuh cinta padang pandang pertama, jarang-jarang tuan fano mau menolong wanita ( dalam hati rivaldi)
"ceeek jangan prasangka buruk lo rival" Zefano.
" ups lupa kalau tuan fano saya seorang cenayang, yang tau isi hati orang hehe " rivaldi
" ciiih ( dengan wajah yang dingin dan penuh amarah). zefano
sampai di apartemen zefano dokter juga sudah stanbay, karna tadi lagi di jalan asisten fano sudah mengubungi dokter keluarga.
dokter pun sudah siap, dan berjalan keluar kamar.
" gimana keadaannya dok " rivaldi
" nona itu hanya kelelahan, dan kekurangan cairan tuan rivaldi, nanti kalau sudah bangun tolong kasihkan vitamin ini ya" dokter
" baik dokter, trimakasih . mari saya antar dok" rivaldi
" tidak perlu trimakasih rivaldi, saya bisa sendiri " dokter.
berjalan turun kebawah dokter pun melihat zefano, (Zefano adalah teman sekaligus dahabt kecilnya), puk.... menepuk punggung zefano.
"gimana bro kabar lo sekarang? , cantik juga cewek yang lu bawa bro, hehehe( dengan senyum pepsodent seorang dokter) " dokter rendy
" seperti yang lo lihat, ( dengan wajah dingin) . "
" cantik dari mana mata lo udah buta ya, karna udah jadi dokter sekarang udah rabun penglihatan lo, cewek cantik dari mananya , sialan lo( berdecak kesal) " zefano
" udah bro sabar, sabar, lo gitu aja langsung emosian bro, udah kaya emak-emak yang punya anak 10,hahaha..."
" tapi memang cantik cewek yang lo bawa itu bro, no make-up aj udah kaya bidadari, apalagi di poles sedikit dengan bedak beuhhhhh, udah kaya bidadari turun dari kayangan bro" haaaaa
" nanti kalau lo ga mau sama dia, sama gua aja kasih bro" rendy
" b*****t lo bro, pulang deh lo nanti lo di cari bokap lo, ( dengan senyuman maut ) " fano
"sialan lo anjir, bokap gua dirumah tenang b*****t " rendy
" dasar lo cowok impoten haaaa, lo jangan dingin kaya kulkas dua pintu bro nanti lo susah dapat pasangan, jadi ga bisa nanti lo terapi"
" kan gak mungkin selamanya lo terapi pakai tangan sendiri, kan ga asik bro.... haaaa" Rendy
( langsung kabur dari hadapan fano)
" shiiiiit, sialan lo anak mami " zefano
Hari semakin malam, tapi faiza belum sadar juga.
asisten fazo juga sudah pulang ke apartemanya, tinggalah fazo dan faiza.
keesokan harinya kesehatan faiza sudah membaik, ehhhmmm..... faiza mengeliat, perlahan mata yang sudah lama terpejam terbuka.
" ya ampun aku dimana ini, apa sekarang aku udah dijual dan mau di ambil organnya ( dalam hati faiza ).
faiza bangun dan berjalan keluar dengan hati-hati.
"bruk.. shiiit lo mau ngapain gadis krucil? , Jangan-jangan lo mau maling ya makanya jalan mengendap endap.". zefano
" aaaa ma-maaf kak aku ga sengaja, tadi aku mau cari dapur soalnya rumahnya besar banget kak jadi aku kebingungan cari dapurnya, mau minum harus " . faiza
" shiiit ( dengan tatapan dingin) pagi-pagi udah buat emosi aja lo , dasar gadis tak tau diri. "
" sana lo liat pake mata kepala lo dapur gitu besarnya, masih aja lo cari( cekkkkk) " fano
faiza berjalan ke dapur... ( ganteng-ganteng kok ngeselin sih sambil berkata)
" eeeeh gadis krucil suara decakan lo masih gua dengar ya . "
" tadi kan aku ngomong dalam hati kok bisa ya di dengar ( dalam hati faiza) "
shit baju yang dipakai kok bisa sih ngepas gitu sih kebadanya , Aaaaa s**t ( pikiran m***m). padahal rudalnya belum bisa bangun tapi otaknya sudah m***m.
sambil berjalan ke kamar fazo tapi di dalam kepala fazo hanya tubuh faiza.
krek pintu kamar terbuka fazo masuk ke dalam. BRAAAK pintu tertutup kencang
faiza ya ampun Tuhan lindungilah hambamu ( sambil megang d**a)
tuuuut..... tut.....
suara HP zefano berdering
" shiit siapa lagi pagi gini nelpon "
(angkat telpon)
" halo tuan selamat pagi.. "
" hemmmm..... "
" hari ini ada meeting dengan klien dari Jepang tuan jam 9.00 , mana tau nanti tuan fano lupa.) rivaldi
" iya saya ingat rival, dari semalam kamu sudah mengingatkan saya, saya mengingatnya, saya belum pikun "
tut sambungan telpon mati.
" ( sambil mengelus d**a) huuu padahal saya belum siap ngomong tapi sudah mati aja"
sambil berjalan masuk ke dalam apartemen fano krak pintu terbuka.
" selamat pagi nona"
" selamat pagi tuan , kamu semalam yang nolong saya kan tuan ( berfikir mengingat wajah yang menolong dia semalam)
" ya.. saya rivaldi nona asisten tuan zefano( sambil mengulurkan tangan)"
" aku faiza Amoreyza panggil aj faiza tuan ( sambil tersenyum) "
" aaa iya FAIZA, nona faiza tuan fano masih di dalam ? "
" masih tuan masih di kamarnya, tuan tidak usah manggil nona, aku ini gadis kampung bukan orang kaya, jadi panggil aku faiza aja ya tuan ".
" ooo iya no-faiza (sambil tersenyum).
ehmmm ehmmm....
" wah masih pagi aja kalian udah gosip aja ya ( dengan tatapan dingin) "
faiza menundukkan kepalanya
" maaf tuan tadi saya hanya berkenalan dengan nona ini, sekalian ngobrol, sambil nunggu tuan fano turun"
" sangkin seriusnya ngobrol , jadi ga lihat ada orang yang datangkan, awas aja sekali lagi lo gini, saya ga segan-segan potong gaji lo setengah ( berkata ke rivaldi) "
" ba-baik tuan, saya minta maaf ( sambil menundukan wajah).
" untuk lo ( sambil nunjuk ke faiza) nanti malam gua mau ngomong sama lo"
" dan jangan sekali-kali lo kabur pas gua lagi kerja , dan jangan sampe barang-barang gua lecet ya"
(dengan wajah dingin)
"ba-baik tuan" ( sambil menunduk)
berjalan keluar diikutin oleh asisten fano.
sampai di perusahan ALX company langsung berjalan ke arah ruangan meeting.
dan meeting dengan klian dari Jepang pun berjalan dengan lancar.
" tuan hari ini kita makan siang dengan perusahaan Rf company ( milik agreel) sahabat tuan fano, di cafetaria "
"ehm kita langsung ke sana sekarang" fano
sampai di cafetaria, atas nama tuan agreel kak, ( asisten)
" naik ke atas tuan VIP no 3)
" baik terimakasi"
" Hai bro tumben lo cepat sampai, ( sambil berjabat tangan) , gimana kabar lo bro, makin sehat ga rudal itu bro hahaha " agreel sahabat fano
" anjir sialan lo b*****t, ( berwajah dingin).