Kurang lebih lima belas jam perjalanan harus Ryan dan keluarganya tempuh untuk mendarat di London. Dalam perjalanan itu dia mengabaikan Erina dan Safani yang menikmati perjalanan pesawat dengan caranya sendiri. Pikiran buruk jika sesuatu terjadi pada adiknya masih ia simpan sendiri karena tidak ingin membuat keluarganya khawatir. Ryan menduga badai sudah menerjang adiknya. Dalam upayanya untuk mengatasi jetlag, ia mencoba menghubungi outlet Dhihor untuk bertanya mengenai keberadaan Naia. Hal itu membuat Erina khawatir sebab ia sendiri masih belum bisa berbuat banyak akibat jetlag. Konsentrasi dan kelelahan masih membayangi akibat jetlag. "Ryan, apa kamu yakin tubuhmu mampu menahan kelelahan? tolong pikirkan kembali ide mendatangi outlet, kita bisa menghubungi pihak berwajib," saran Eri

