Vitamin Terbaik

1369 Kata

“Kau terbangun?” Airin yang kedua matanya masih terasa sangat berat itu mengerjapkan kedua matanya dengan perlahan saat mendengar suara Arthur yang bicara padanya. Pria itu berbaring di sebelahnya dengan posisi telungkup, mengangkat tubuhnya dengan menjadikan kedua sikunya sebagai penopang sementara kedua matanya menatap Airin dengan cara yang saking lembutnya hingga terasa seperti sedang membuai wanita itu. “Kau tidak tidur?” Airin balik bertanya sambil mengucek matanya. “Jam berapa ini?” lanjutnya dengan suara yang terdengar serak. “Tidurlah lagi,” kata Arthur sambil menyampirkan helaian rambut Airin yang berantakan di wajahnya ke balik telinga wanuta itu. Membuat Airin membuka mata untuk menatapnya saat sentuhan kecil ujung jari Arthur di pipinya kembali memberinya getaran yang membu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN