“Kau adalah satu-satunya wanita yang kucintai dalam hidupku. Perasaanku tidak akan pernah berubah dan aku akan mencintaimu selamanya bahkan meski seluruh dunia menentangnya.” Arthur tidak ingat kapan dirinya mengucapkan hal tersebut, namun meski rasanya sudah sangat lama sekarang ia bisa mengingat dengan jelas setiap kata yang ia ucapkan pada Kaia itu. Kata-kata yang dulu ia ucapkan dengan penuh ketulusan dari hatinya yang jatuh cinta pada Kaia, namun kini hanya terasa seperti omong kosong setelah dirinya mengingatnya saat statusnya telah menjadi suami orang. Memikirkan Kaia membuat Arthur kembali ke masa bertahun-tahun yang lalu, saat dirinya masih sangat muda dan naif hingga berpikir jika cintanya pada Kaia adalah hal paling agung di dunia ini dan ia tidak butuh hal lainnya selain cin

