“Tasku–“ “Ssssttt!” Kedua mata Arthur melebar terkejut. Bukan hanya karena Jerry yang berani menyela ucapannya, namun juga karena jari telunjuk pria itu yang dengan lancang menempel di bibirnya untuk membuatnya bungkam. “Menidurkan Tuan Muda itu sangat sulit, Tuan. Jadi kumohon padamu untuk bicara dengan pelan agar Tuan Muda yang sudah berhasil kubuat tidur itu tidak bangun dan merengek lagi,” ujar Jerry dengan suara berbisik agar tidak mengusik tidur Riu. Arthur menepis jari telunjuk Jerry dari depan bibirnya sementara kedua matanya menatap Riu yang saat ini sedang tidur di atas tempat tidurnya. “Pupupnya bagaimana?” Arthur bertanya juga dengan suara berbisik pada Jerry dengan kedua mata yang masih melotot pada pria itu. Semua tas yang dimilikinya adalah barang mewah dengan merek ter

