“Kau sengaja, kan? Kau sengaja memilih pengasuh yang setua itu karena ingin membuatku kesal, kan?!” Airin mengangkat sebelah alisnya, merasa jika ucapan Arthur itu terdengar konyol sekali. “Memangnya apa pentingnya membuatmu kesal, uh? Aku memilihnya karena Bibi Lily itu murah,” ujar Airin yang tentu saja membuat Arthur tidak terima sampai melotot padanya–entah untuk yang ke berapa kali hari ini padahal hari masih sangat pagi. “Murah? MURAH?!” Arthur bertanya dengan emosi, namun Airin hanya menanggapinya dengan anggukan santai sambil menyesap teh hangat yang Bibi Lily siapkan untuknya. “Bukankah sudah kubilang aku tidak perlu pengasuh yang murah? Aku butuh yang berkualitas! Mahal tidak masalah, kenapa kau malah memutuskan sendiri hanya karena dia murah?” “Bibi Lily itu berkualitas, kok

