“Kami sudah berniat untuk mengunjungi rumah kalian, tapi justru bertemu kalian berdua di sini. Sepertinya kita semua benar-benar berjodoh, ya.” Airin tidak terlalu mendengarkan apa yang sedang anak-anak Bibi Lily ucapkan karena saat ini seluruh perhatiannya tersita pada cincin dengan hiasan batu berlian besar yang sangat cantik yang menghiasi jari tengah tangan kanan Bibi Lily. Airin lalu menundukkan kepalanya, melihat cincin pernikahan yang menghiasi jari manis tangan kirinya. Ia tidak tahu ini cinci berlian atau bukan atau berapa harganya karena orang tuanya dan orang tua Arthur yang menyiapkannya, namun saat membandingkannya dengan cincin milik Bibi Lily, Airin jadi merasa minder dan langsung menarik tangannya yang ada di atas meja untuk menyembunyikannya di atas pangkuannya. Rasanya

