BAB 25

1078 Kata

“Jadi kamu pernah nembak Mayra?” seru Vina tak percaya. “Itu bukan nembak, hanya sekedar ungkapan perasaan aja.” jawab Raka singkat. Ada sedikit rona bahagia terpancar di wajahnya. “Kenapa kamu baru cerita sekarang?” Vina menggerutu jengkel. “Kamu pasti bakalan menyalahkanku karena caraku yang pengecut.” “Emang.. aku bakalan nggak segan – segan mengutukmu!” ujar Vina sembari melipat tangannya. Bibir manyunnya sama seperti Mayra saat sedang jengkel kepadanya. Raka tersenyum tipis, membuat Vina tercengung sejenak. “Lama banget Safira.. ayo ke warung depan, aja..aku haus.” *** 17 Januari 2012 Pukul 12.30 “Ehh.. kok lebih cantikan Melinda ya?” bisik – bisik geng Bella, gadis cantik yang merasa tersaingi oleh Mayra, terus menggema di belakang kursi tempat para peserta kirab manten d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN