PREKUEL BAB 7 - RINDU

1340 Kata

Bergegas Zibran melepaskan jaketnya, lalu memayungi kepala Mayra dengan jaket itu menuju ke mobil. Bukannya tersanjung, gadis itu semakin merasa bersalah akan tujuannya datang ke acara Vina. Apalagi tujuannya sedikit halu – yaitu berharap bertemu dengan cowok yang disukainya, yang mungkin sedang terlelap di Singapore, atau sedang merayakan tahun baru dengan cewek di foto f*******: itu, yang sedikit menempelkan kepala di bahunya. Mereka menghela nafas saat deru suara hujan langsung lenyap begitu memasuki mobil. Zibran bergegas menyalakan mesin dan memindah kopling. Sementara itu, Mayra mengeluarkan ponsel dari tas dan berulang – ulang memencet tombol hidup. “Pake acara hape mati segala lagi. Bisa – bisanya di saat – saat penting kayak gini malah mati..” Mayra menggerutu kesal. Dipencetnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN