Ujian Nasional pun telah tiba. Semangat Mayra menyala – nyala saat memasuki ruang ujian. Ambisinya untuk mendapatkan nilai tertinggi masih tertanam di hatinya, meskipun akhir – akhir ini fokusnya terbagi karena bayang – bayang Raka terus menghantuinya. Tidak butuh waktu lama bagi Mayra untuk mengerjakan ujian bahasa indonesia. Ia langsung menyerahkan lembar soalnya bersama Anin, murid terpintar di sekolah. Mereka keluar dan langsung membahas nomor soal ujian tersulit. Di tengah pembicaraannya yang alot dengan Anin, Ia terkesiap saat Raka juga sudah keluar dari kelas ujiannya. Cowok itu tampak memalingkan pandangannya dari Mayra dan bergegas menuju tempat parkir, membuatnya sedikit kecewa. Hari berikutnya sampai hari terakhir ujian nasional, Mayra tampak muram, hatinya dipenuhi oleh sat

