“Yang.. ambilin minum, dong!” pinta Tamara kepada Bagus, anak baru lulus SMK yang menjadi berondong penghiburnya setelah menjanda selama dua tahun. Gejolak nafsu yang tinggi membuatnya tak sanggup menjanda sendiri. Usaha untuk menggaet pria seksi nan kaya tidak kunjung berhasil. Mulai dari perawatan di klinik termahal, diet ketat yang tentu saja hanya wacana, dan juga gabung dengan komunitas sosialita sudah ia lakukan. Tapi tak ada pria mana pun yang mau berhubungan serius dengannya setelah mengetahui wataknya yang manipulatif dan kasar. Akhirnya, untuk menggenapi naluri hiperseks – nya, ia memilih berhubungan dengan anak baru di tempat kerjanya. Tampang Bagus sebenarnya menarik. Tapi karena bekas jerawat memenuhi pipinya, ketampanannya sedikit memudar. Tapi itu tidak masalah bagi Tamara.

