33

1014 Kata

"Tapi kenapa Dea?" tanya Aiden kebingungan. Devano menundukkan kepalanya. "Gua gak tau Den. Sekali liat Dea gua langsung berdebar-debar, terutama sorot matanya." "Ada apa dengan sorot matanya?" tanya Aiden penasaran. "Ketulusan, kesedihan, ahhh...! Gua gak tau, tapi gua suka sama sorot mata Dea." Devano mengucapkan kalimat itu dengan bibir yang tersenyum. Ini pertama kali Aiden melihat ekspresi Devano yang seperti itu. "Sorry, seharunya gua gak ngomong kayak gini ke elu. Tapi karena lu dan Dea cuma nikah kontrak, gua masih punya kesempatan kan?" tanya Devano menatap mata Aiden. hening, Aiden terpaku dengan pernyataan Devano. "Ekhem..." deham Aiden memecah keheningan. "Yaa... ada kesempatan." "YES!" girang Devano dengan mengepalkan tangannya semangat. Aiden tidak bisa berkata apa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN