Pembicaraan semalam membuat Aiden termenung pagi ini. Makanan di depannya sedari tadi teranggurkan karena Aiden sibuk dengan pikirannya. "Memang ada yang melarang?" Pertanyaan ini sukses membuat Aiden tidak fokus. Ia ingin menyakan hal ini lebih mendalam pada Dea. Namun, setelah melontarkan pertanyaan itu Dea tertidur pulas di samping Aiden. Aiden tidak bisa menanyakan lebih jelas lagi. Ditambah ketika bangun tidur Dea sudah menghilang dari kamarnya. Bik Asih menghampiri Aiden. "Tuan, apa sarapannya perlu diganti?" "Tidak," tolak Aiden. "Dimana Dea?" "Non Dea pergi dengan Toni." "Ini masih pagi dan dia sudah pergi?" "Maafkan saya Tuan, tadi sudah saya larang. Namun, Non Dea tidak mendengarkan saya." "Pergi kemana Dea?" Bik Asih menggelangkan kepalanya. Aiden menghela nafasnya

