"Please understand our condition, sorry for troubling you, Sir. Thank you." (*Tolong mengerti kondisi kami, maaf telah mengganggu Anda, Pak. Terima kasih.) Klik Cika mengakhiri panggilan internasionalnya dengan menteri pertahanan Singapura, Lim Chan Sing. Drrtt drrtt Ponsel yang hendak di letakan itu bergetar lagi. Kali ini yang menelepon ada putranya. "Halo--," "Ma, kenapa ini bisa terjadi?" Ibrahim bertanya dari seberang telepon. "Huh!" Cika membuang kasar napasnya. "Rahim, jangan tanya mama bagaimana sampai ini bisa terjadi, mama akan patahkan tulang-tulang orang yang membawa Poko sampai dia sendiri meminta kematiannya." Suara dingin Cika. "..." Sang anak di seberang telepon tidak lagi bisa melanjutkan pertanyaan mengenai hilangnya adik sepupunya. "Emm...bagaimana kondisi om

